FAKTOR RISIKO KEJADIAN OBESITAS PADA SISWA SMAN 6 KOTA TASIKMALAYA
DOI:
https://doi.org/10.37058/jkki.v1i1.144Keywords:
Faktor Risiko, Remaja, ObesitasAbstract
Berdasarkan data Riskesdas 2013 dan 2018 menunjukkan peningkatan prevalensi pada kelompok usia 16-18 tahun 1,6% menjadi 4%. Sedangkan pada data SKI 2023 terjadi penurunan sebesar 3,3%. Prevalensi obesitas yang fluktuatif tetap dapat berdampak pada kesehatan dari semua kalangan usia terutama pada remaja. Hasil penjaringan sekolah diperoleh kasus obesitas pada kelas X di SMAN 6 Kota Tasikmalaya sebanyak 36 orang dari 471 orang (7,64%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi junk food , konsumsi sayur, konsumsi buah, asupan kalori, riwayat obesitas pada keluarga, dan sedentary lifestyle dengan kejadian obesitas pada siswa SMAN 6 Kota Tasikmalaya. Pendekatan studi case control dengan perbandingan 1:2 sehingga mendapatkan 38 sampel kasus dan 76 sampel kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah timbangan digital, stadiometer, kuesioner, dan wawancara food recall 2x24 jam. Hasil uji statistik Chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara variabel konsumsi sayur (OR=2,488; p-value =0,040), konsumsi buah (OR=3,714; p-value =0,003), dan riwayat obesitas pada keluarga (OR=2,951; p-value =0,019) dengan kejadian obesitas pada remaja. Sedangkan, tidak terdapat hubungan antara variabel konsumsi junk food ( p-value =0,098), asupan kalori ( p-value =1,000), dan gaya hidup sedentary ( p-value =1,000) dengan kejadian obesitas pada remaja. Saran bagi remaja dapat mengupayakan pengendalian obesitas dengan cara mengonsumsi makanan sehat bersama keluarga, meningkatkan asupan serat seperti sayur dan buah, serta menjaga gaya hidup sehat.





