Relaksasi Napas Dalam dan Berdzikir dalam Menurunkan Skor Ansietas pada Pasien Diabetes Melitus

Authors

  • Putri Rahma Pratiwi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
  • Ridwan Kustiawan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
  • Asep Riyana Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

DOI:

https://doi.org/10.37058/jkki.v22i2.586

Keywords:

ansietas, diabetes melitus, berdzikir, relaksasi napas dalam, ansietas, diabetes melitus, berdzikir, relaksasi napas dalam.

Abstract

Ansietas merupakan respons psikologis yang sering dialami pasien diabetes melitus akibat kondisi penyakit kronis dan tuntutan pengelolaan jangka panjang yang dapat memengaruhi kepatuhan terapi serta kualitas hidup. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah relaksasi napas dalam dan berdzikir. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi relaksasi napas dalam dan berdzikir terhadap penurunan skor ansietas pada pasien diabetes melitus. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada satu pasien diabetes melitus di Puskesmas Purbaratu Kota Tasikmalaya selama 14–18 April 2026. Tingkat ansietas diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi diberikan selama lima hari berupa latihan relaksasi napas dalam yang digabungkan dengan berdzikir. Hasil penelitian menunjukkan skor ansietas menurun dari 27 (ansietas sedang) menjadi 8 (tidak ada ansietas). Selain itu, pasien menunjukkan penurunan rasa khawatir, kualitas tidur yang lebih baik, perasaan lebih tenang, dan kemampuan mengendalikan emosi yang meningkat. Implementasi relaksasi napas dalam dan berdzikir berpotensi menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dalam menurunkan ansietas pada pasien diabetes melitus serta dapat diterapkan sebagai bagian dari asuhan keperawatan holistik.

Downloads

Published

2026-09-30

Issue

Section

Articles

Categories