Pengaruh Financial Deepening terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia (Studi Data Panel Provinsi 2011-2024)
DOI:
https://doi.org/10.37058/wlfr.v7i1.77Keywords:
Financial Deepening, Poverty, Economic Growth, InflationAbstract
This study aims to analyze the influence of financial deepening (credit/GRDP ratio), economic growth, and inflation on poverty levels in Indonesia. Given the challenge of regional welfare disparity, this research employs a quantitative approach using static panel data regression across 33 provinces in Indonesia from 2011 to 2024. The Random Effect Model (REM) with Cluster Robust Standard Errors correction was selected as the best estimation model to address autocorrelation and heteroscedasticity issues. Empirical findings demonstrate that financial deepening has a significant negative effect on poverty, indicating that access to banking credit is effective in reducing poverty rates. Conversely, inflation has a significant positive effect, meaning that price increases directly worsen poverty by eroding purchasing power. Meanwhile, economic growth was found to have no significant effect on poverty reduction, indicating a weak trickle-down effect due to non-inclusive growth. The implications of this study highlight the need for financial inclusion strategies targeted at labor-intensive productive sectors and strict regional inflation control to accelerate poverty alleviation.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial deepening (rasio kredit/PDRB), pertumbuhan ekonomi, dan inflasi terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Mengingat tantangan disparitas kesejahteraan antarwilayah, studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi data panel statis pada 33 provinsi di Indonesia selama periode 2011–2024. Model estimasi terbaik yang dipilih adalah Random Effect Model (REM) dengan koreksi Cluster Robust Standard Errors untuk mengatasi masalah autokorelasi dan heteroskedastisitas. Temuan empiris menunjukkan bahwa financial deepening memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, yang mengindikasikan bahwa akses kredit perbankan efektif dalam mereduksi kemiskinan. Sebaliknya, inflasi berpengaruh positif dan signifikan, yang berarti kenaikan harga secara langsung memperburuk tingkat kemiskinan dengan menggerus daya beli masyarakat. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi ditemukan tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan kemiskinan, mengindikasikan lemahnya efek menetes ke bawah (trickle-down effect) akibat pertumbuhan yang kurang inklusif. Implikasi dari penelitian ini menekankan perlunya strategi inklusi keuangan yang lebih terarah pada sektor produktif padat karya dan pengendalian inflasi daerah yang ketat untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.
References
Aryati, A., Junaidi, J., & Putra, R. A. (2023). Financial development and economic growth: Evidence from Indonesia before and after the COVID-19 pandemic. Economy of Regions, 19(4), 1263-1274. https://doi.org/10.17059/ekon.reg.2023-4-23
Astutik, Y., & Nugroho, R. Y. Y. (2024). The effect of financial deepening on economic growth in Indonesia. Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi, 13(2), 327–346. https://doi.org/10.15408/sjie.v13i2.41998
Badan Pusat Statistik. (2024). Data dan Informasi Kemiskinan Kabupaten/Kota Tahun 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. (2024). Produk Domestik Regional Bruto Provinsi-Provinsi di Indonesia Menurut Lapangan Usaha 2011-2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Indonesia 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Bank Indonesia. (2024). Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI). Jakarta: Bank Indonesia.
Ekaputri, R. A., Sukiyono, K., Yefriza, Y., Febriani, R. E., & Nopiah, R. (2025). Gendered dimensions of poverty in Indonesia: A study of financial inclusion and the influence of female-headed households. Economies, 13(8), 240. https://doi.org/10.3390/economies13080240
Fakhrulrizqi, M. R., & Nuraulia, S. (2025). Pengaruh inklusi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi, ketimpangan pendapatan, dan kemiskinan: Pendekatan spasial antar provinsi di Indonesia. Journal of Analytical Research, Statistics and Computation, 4(1).
Florennica, E., & Febriani, R. E. (2023). Do financial deepening, government spending, and unemployment benefit poverty reduction in Indonesia? Jurnal Ekonomi Pembangunan, 20(2), 193-204. https://doi.org/10.29259/jep.v20i2.18610
Fosu, A. K. (2017). Growth, Inequality, and Poverty Reduction in Developing Countries: Recent Global Evidence. Research in Economics, 71(2), 306–336. https://doi.org/10.1016/j.rie.2016.05.005
Gujarati, D. N. (2004). Basic Econometrics (4th ed.). The McGraw-Hill Companies.
Kamsina, S., & Khoirudin, R. (2024). Determinan kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Jurnal Genesis Indonesia, 3(1), 15-24. https://doi.org/10.56741/jgi.v3i01.477
Melati, I., & Suryowati, K. (2018). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan di Indonesia. Jurnal Statistika Industri dan Komputasi, 3(1), 1–10.
Miranda, & Rafiqi, I. (2025). Pengaruh perbankan syariah terhadap financial deepening di Indonesia dengan inflasi sebagai variabel moderating. Journal of Sharia Economics, 7(1), 1-16.
Ningsih, D., & Andiny, P. (2018). Analisis pengaruh inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan di Indonesia. Jurnal Samudra Ekonomika, 2(1), 53-61.
Nuryitmawan, T. R. (2021). The impact of credit on multidimensional poverty in rural areas: A case study of the Indonesian agricultural sector. Agriecobis (Journal of Agricultural Socioeconomics and Business), 4(1), 32-45.
Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Statistik Perbankan Indonesia. Jakarta: Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan OJK.
Pasuhuk, P. M. (2018). Contribution of financial depth and financial access to poverty reduction in Indonesia. Bulletin of Monetary Economics and Banking, 21(1), 95-122. https://doi.org/10.21098/bemp.v21i1.892
Permana, H., & Pasaribu, E. (2023). Pengaruh inflasi, IPM, UMP dan PDRB terhadap kemiskinan di Pulau Sumatera. JIMEA | Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi), 7(3).
Pratama, I. S. (2020). Analisis pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia: Pendekatan panel data tingkat provinsi. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 20(2), 145-162.
Rizkiyah, T. F., & Nidar, S. R. (2022). Apakah peningkatan kredit Bank Perkreditan Rakyat dan peran UMKM dapat menurunkan tingkat kemiskinan? Journal Image, 11(1), 1-13.
Setyani, A. I., & Sugiarto. (2021). Determinan kemiskinan multidimensi kabupaten/kota di Kawasan Timur Indonesia menggunakan geographically weighted regression. Jurnal Statistika dan Aplikasinya, 5(2), 121-132.
Sipahutar, M. A., Oktaviani, R., Siregar, H., & Juanda, B. (2016). Effects of credit on economic growth, unemployment and poverty. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 17(1), 37-49.
Sitorus, Y. M., & Yuliana, L. (2018). Penerapan Regresi Data Panel pada Analisis Pengaruh Infrastruktur terhadap Produktivitas Ekonomi Provinsi-Provinsi di Luar Pulau Jawa Tahun 2010-2014. Media Statistika, 11(1), 1–15. https://doi.org/10.14710/medstat.11.1.1-15
Sugiyanto, C., & Yolanda, Z. (2020). The effect of financial deepening on economic growth, inequality, and poverty: Evidence from 73 countries. South East European Journal of Economics and Business, 15(2), 15-27. https://doi.org/10.2478/jeb-2020-0012
Susanto, R., & Pangesti, I. (2020). Pengaruh inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Journal of Applied Business and Economics (JABE), 7(2), 271–278.
Zhang, R., & Naceur, S. B. (2019). Financial Development, Inequality, and Poverty: Some International Evidence. International Review of Economics & Finance, 61, 1–16. https://doi.org/10.1016/j.iref.2018.12.015
